
tak terasa hari berganti..
melalui harapan-harapan yang pupus terurai..
menengadah..
menatap angkasa dengan mulut terngangah..
seolah alam semesta memberikan sangsi atas perbuatan keji yang selama ini terus dilakoni..
tak tergores tinta-tinta emas yang indah..
hanya tersisa besetan cat hitam kelam..
pekat..
terasa sangat suram..
sedih..
tak menyisakan butiran air mata yang mendalam..
mereka hanya melihat..
ya.. hanya dapat melihat..
terpaku dengan kepedihan yang bahkan mereka sendiri tak mengalaminya..
sedangkan aku..
aku lah sang manusia kelam..
aku lah yang mengalami kegelapan pekat..